Oleh
Nanang Suryana |
Senin, Oktober 12, 2009
|
lampung,
umum
|
Beberapa hari yang lalu isu gempa sempat ramai di berbagai daerah termasuk di Lampung. Kalau di Bandar Lampung isu tersebut masih belum begitu berdampak besar, akan tetapi didaerah sangat besar sekali dampaknya.
Minggu 11 Oktober kemaren saya sempat pulang kampung tepatnya di Kec.Braja Salebah (Dulunya satu kecamatan dengan Way Jepara) Lampung Timur. Dijalan-jalan nampak beberapa rumah yang dihalamannya terdapat tenda. Adapun tenda tersebut dibuat untuk berjaga-jaga jika ada gempa.
Masih banyak para warga yang jarang tidur ataupun tidur ditenda saat malam hari takut jika sewaktu-waktu gempa terjadi. Memang buat waspada dan berjaga-jaga hal tersebut tidak jadi masalah, akan tetapi rasa was-was atau tidak nyaman mungkin bisa mengganggu kenyamanan masyarakat.
Selengkapnya...
Oleh
Nanang Suryana |
Jumat, Oktober 09, 2009
|
Indonesia,
indosat,
lampung
|
IM3 adalah salah satu produk/layanan GSM Indosat. Melihat sangat banyaknya pecinta/pengguna IM3 dikalangan anak muda yang gaul di Propinsi Lampung maka Indosat Cabang Lampung membentuk suatu wadah yang dinamakan IM3 Holic.
Holic sendiri singkatan dari "High Optimism Learning Inovative Creative".
Untuk mempermudah dan memfasilitasi IM3 Holic, Indosat Cabang Lampung membuat sebuah grup di Facebook yang diberinama
IM3 Holic. Bagi rekan-rekan pengguna IM3 di Lampung dapat bergabung pada grup
IM3 Holic di Facebook.
Semoga bermanfaat.
Selengkapnya...
Oleh
Nanang Suryana |
Senin, Oktober 05, 2009
|
lampung,
teknologi
|
Zona tumbukan lempeng Australia dan Eurasia yang sifatnya dinamis dan terus terjadi bisa menyebabkan energi yang terkumpul akan terlepas pada waktunya. Jika demikian, maka Provinsi Lampung diperkirakan akan menjadi daerah selanjutnya yang dilanda gempa besar. Sebagaimana yang diungkapkan pakar gempa Institut Teknologi Bandung, Profesor Doktor Sri Widiyantoro, belum lama ini.
Sri Widiyantoro menjelaskan, gempa di Padang, Sumatra Barat dan Jambi pada Rabu dan Kamis kemarin menyebabkan darah pengunci gempa di Kepulauan Mentawai menjadi lemah. Akibatnya, diperkirakan akan terjadi gempa bumi berkekuatan 8,9 SR yang tidak diketahui kapan waktunya. Jika energinya dilepaskan sekaligus, maka daerah-daerah di pesisir Padang dan Bengkulu akan ambalas 1,5 meter.
Sedangkan jika gempa bumi mengoyak dasar laut, maka akan menyebabkan tsunami setinggi 15 meter. Bahkan badai tsunami itu akan mencapai pesisir Sumbar dan Jambi dalam waktu 10 menit.
Sumber: Liputan6
Selengkapnya...