Oleh
Nanang Suryana |
Selasa, Oktober 06, 2009
|
budaya,
internasional
|
Candi/kuil Matahari di Konark dipilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban india dalam kampanye yang dilakukan oleh NDTV bekerja sama dengan Departemen Pariwisata Incredible India. Sun Temple (Candi Matahari), Konark juga termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.
Sebuah candi yang dipersembahkan untuk para penyembah Dewa Matahari. Candi megah melambangkan Dewa Matahari. Surya (Sun) telah menjadi dewa populer di India sejak masa Weda. Konark terdiri dari dua kata - Kona, yang berarti 'pojok' dan Arka, berarti 'Sun'. Konark juga dikenal sebagai Arkakshetra dan Konaditya. Aditya berarti matahari.
Di dunia, Konark terkenal dengan Sun Temple, yang terletak di daerah Puri, Orissa. Konark adalah 35 Kms dari Puri dan 65 Kms dari Bhubaneswar, ibu kota Orissa. Konark, Puri dan Bhubaneswar membentuk tiga poin dalam "Segitiga Emas Pariwisata" di negara bagian Orissa.
Konark disebut sebagai "
The Black Pagoda" oleh Pelaut Eropa karena membentuk tanda tanah penting untuk pesisir mereka dalam perjalanan.

Selengkapnya...
Oleh
Nanang Suryana |
Jumat, Oktober 02, 2009
|
budaya,
Indonesia
|
Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
Adapun jenis desain batik Indonesia bervariasi sesaui dengan asal daerah batik tersebut dibuat.
Batik Pekalongan

Sarong van Zuylen

Batik Tiga Negeri

Eliza Woman's Sarong

Dewa-dewa

Primisan

Obar Abir

Garuda
Batik Cirebon
Chinese Girl

Batik Kompeni

Batik Penjual Legen
Batik Solo
Batik Tiga Negeri

Solo Pattern

Tulis Tiga Negeri

Batik Bu Harto
Batik Yogyakarta
Parang Rusak

Tirta Teja

Parang Barong

Parang Curiga
Batik Jawa Lainnya
Batik Hokokai

Kawung Pattern

Dragon Style

Batik Jawa Baru

Batik Java Hokokai

Lasem Sekar Jagad
Sebenarnya masih banyak lagi batik-batik berasal dari daerah-daerah seperti batik madura, sumatera, sulawesi, dan sebagainya. Untuk jenis lainnya saya masih belum ada referensinya dan diusahakan akan segera update.
Selengkapnya...
Oleh
Nanang Suryana |
Kamis, Oktober 01, 2009
|
budaya,
Indonesia
|
Tanggal 2 Oktober 2009 mendatang Lembaga PBB untuk Pendidikan, Sains, dan Budaya (UNESCO) bakal menetapkan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia (the world cultural heritage of humanity from Indonesia). Berkaitan dengan itu, sebagai warga negara Indonesia yang bangga dengan kebudayaan terutama batik mari kita galakkan memakai batik pada tanggal 2 Oktober 2009.
Sebagian kantor pemerintahan dan swasta memang menganjurkan untuk memakai batik setiap hari Kamis dan Jum'at, seiring dengan penetapan pada tanggal tersebut dan harinya juga pas hari jum'at maka bisa diprediksi Indonesia banjir batik akan terjadi pada tanggal 2 Oktober 2009.
Sekilas tentang Batik
Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna.
Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain batik.
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Sekali lagi mari sukseskan penetapan batik sebagai warisan budaya turun temurun Indonesia!
Selengkapnya...