Oleh
Nanang Suryana |
Kamis, Maret 11, 2010
|
Domain,
internet,
porno
|
Nama domain sangat penting sekali karena makin cantik nama maka makin mudah diingat. Kata pepatah tak ingat maka tak sayang. Meski domain Sex.com dan Porn.com tidak menempati urutan pertama sebagai domain termahal akan tetapi kedua domain ini masuk 10 besar domain termahal di dunia. Inilah 10 nama yang berhasil dihimpun dan diurutkan berdasarkan nilai tertingginya.
Di posisi puncak, domain bernama insure.com berhasil menjadi yang paling banyak diincar sehingga saat dibeli di tahun 2009, harganya mencapai US$ 16juta. Situsnya sendiri berisikan mengenai hal-hal berbau asuransi.
Dikutip dari Telegraph, Kamis (11/3/2010), Insure.com berhasil mengalahkan domain populer sex.com yang ada di urutan kedua dengan nilai beli U$S 14juta. Ia dibeli di tahun 2006.
Namun bisa jadi Sex.com akan menggeser kedudukan insure.com. Hal ini terjadi jika pelelangan yang akan digelar dalam waktu dekat nanti mendapat penawaran lebih tinggi.
Berikut daftar 10 nama domain termahal versi Telegraph:
- Insure.com, US$ 16 juta
- Sex.com, US$ 14 juta
- Fund.com, US$ 14 juta,
- Porn.com, U$S 9.5 juta
- Business.com, US$ 7.5 juta
- Diamond.com, US$ 7.5 juta
- Beer.com, US$ 7 juta
- Israel.com, US$ 5,88 juta
- Casino.com, US$ 5.5 juta
- Toys.com, US$ 5.1 juta
Daftar di atas sedikit berbeda dengan yang dihimpun oleh
Domain Name Journal yang mengurutkannya berdasarkan
transaksi tunai yang dilakukan.
Berikut adalah daftar 10 nama domain termahal versi Domain Name Journal:
- Fund.com, U$S 9.99 juta
- Porn.com, U$S 9.5 juta
- Diamonds.com, U$S 7.5 juta
- Toys.com, U$S 5.1 juta
- Vodka.com, U$S 3 juta
- CreditCards.com U$S 2.75 juta
- Computers.com, U$S 2.1 juta
- Seniors.com, U$S 1.8 juta
- DataRecovery.com, U$S 1.66 juta
- Cameras.com, U$S 1.5 juta
Memang nama mencerminkan pemiliknya, oleh karena itu sangatlah pantas nama-nama yang banyak peminat tersebut harganya sangat mahal.
Selengkapnya...
Oleh
Nanang Suryana |
Selasa, Oktober 07, 2008
|
Domain
|

Setelah liburan hari raya Idul Fitri banyak domain Indonesia yang ikut libur, hal ini dikarenakan domain tersebut masa expire tanggal 30 September 2008. Pada tanggal tersebut banyak kantor atau pihak yang libur dan jarang online jadi tidak sempat mengecek status domain.
Bagi rekan-rekan yang memiliki domain Indonesia agar segera mengecek status masa aktif domain karena saya sendiri juga mendapati 3 domain yang masa expirednya tanggal tersebut.
Selengkapnya...
Oleh
Nanang Suryana |
Jumat, Agustus 19, 2005
|
Domain,
Indonesia,
internet
|
Setelah Agustus 2005 pengelolaan domain .id akan 'diserahkan' ke pemerintah, tepatnya ke Departemen Komunikasi dan Informasi. Ini dilakukan selama masa peralihan, sebelum terbentuknya lembaga pengelola yang baru.
Hal itu merupakan hasil pertemuan terkini antara Asosiasi Penyelengara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengelola domain .id (ccTLD-ID), dan perwakilan pemerintah dari Ditjen Postel dan Depkominfo.Demikian disampaikan Wakil Sekjen APJII, John Sihar Simanjuntak.
Pertemuan itu digelar Senin (15/8/2005) lalu di Hotel J.W. Marriot, Mega Kuningan. Menurut John semua pihak hadir dalam acara tersebut, termasuk penggerak ccTLD-ID Budi Rahardjo dan Indra K. Hartono.
Sampai dengan tanggal 31 Agustus 2005, pengelolaan domain .id akan berjalan seperti biasa melalui kerjasama ccTLD-ID dan APJII. Sedangkan setelah itu, ujar John, pengelolaan sementara diserahkan ke Depkominfo di bawah wewenang Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.
Paling lambat, lanjut John, tanggal 28 Februari 2006 pengelolaan domain .id sudah bisa dikembalikan ke lembaga non-pemerintah. Sesuai kesepahaman sebelumnya, pengelolaan domain .id akan diredelegasikan kepada lembaga baru. Kemungkinan lembaga itu akan berbentuk Yayasan dengan nama Indonesia Network Information Centre (IDNIC).
Soal redelegasi pengelolaan domain .id ini sebelumnya sempat menimbulkan gejolak. Bahkan hubungan APJII dan ccTLD-ID sempat 'tegang'. Namun kini, ujar John, semua stakeholder Internet Indonesia sudah menyatakan komitmennya untuk bekerjasama mengelola domain .id melalui lembaga baru.
Selengkapnya...