Tampilkan postingan dengan label hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hardware. Tampilkan semua postingan

Proses Pembuatan Prosesor

Oleh Nanang Suryana | Selasa, Februari 05, 2013 | , , | 37 Komentar »

Berikut ini ulasan tentang proses pembuatan prosesor yang dihimpun dari berbagai sumber.

Pasir, seperempat bagiannya terbentuk dari silikon, yakni unsur kimia yang paling berlimpah di muka bumi ini setelah oksigen. Pasir (terutama quartz), mempunyai persentase silikon yang tinggi di dalam bentuk Silicon Dioxide (SiO2) dan pasir merupakan bahan pokok untuk memproduksi semiconductor.


Setelah memperoleh mentahan dari pasir dan memisahkan silikonnya, materiil yang kelebihan dibuang. Lalu, silikon dimurnikan secara bertahap hingga mencapai kualitas "semiconductor manufacturing quality", atau biasa disebut 'electronic grade silicon'. Pemurnian ini menghasilkan sesuatu yang sangat dahsyat dimana "electronic grade silicon" hanya boleh memiliki satu "alien atom" di tiap satu milyar atom silikon. Setelah tahap pemurnian silikon selesai, silikon memasuki fase peleburan. Dari gambar di atas, kita bisa melihat bagaimana kristal yang berukuran besar muncul dari silikon yang dileburkan. Hasilnya adalah kristal tunggal yang disebut "Ingot".

Selengkapnya...

Voltage Power Suplay PC

Oleh Nanang Suryana | Kamis, April 26, 2012 | , , | 24 Komentar »

Power dari power supply dibagi menjadi beberapa connector yang membagi antara 12V, 5V dan 3.3Volt. Untuk mengetahui keluaran power dengan pasti cara termudah adalah memeriksa output power ketika power sedang menyala.

Berikut cara memeriksa power supply PC/komputer mengunakan multimeter:

Susunan kabel pada power supply
Pada format power supply masih dibagi antara beberapa form factor. Standard power supply ATX dan BTX tetap mengunakan 3 bagian voltage seperti yang dikemukakan diatas. Versi ATX saat ini sudah memiliki versi 1.3 dimana terdapat tambahan power SATA untuk perangkat terbaru seperti SATA harddisk. Sedangkan form factor terbaru adalah BTX yang merubah pemakaian AUX dan menambahkan pin main power dari 20pin menjadi 24 pin. Tetapi dasarnya tetap sama dimana 12V, 5V dan 3.3V adalah voltage yang digunakan pada output voltage power.

Selengkapnya...

Tentang SSD (Solid State Drive)

Oleh Nanang Suryana | Selasa, April 19, 2011 | , | 16 Komentar »

SSD (Solid State Drive) adalah salah satu media penyimpanan utama selain hard disk. Di dalam sebuah komputer, SSD dan hard disk berfungsi sebagai media untuk menaruh semua data. Booting sebuah komputer juga menggunakan kedua benda ini.

Berikut beberapa hal tentang SSD:

1. TRIM
TRIM merupakan sebuah perintah yang langsung ditujukan kepada firmware dari SSD. Jika Anda belum tahu, firmware itu sama dengan BIOS komputer pada umumnya.

Sebuah media penyimpanan akan selalu menulis dan membaca data. Saat menghapus sebuah data, hal tersebut sebenarnya juga merupakan sebuah kegiatan menulis data pula. Di sebuah hard disk, kegiatan penghapusan data tidak sepenuhnya terhapus. Yang terhapus adalah sebuah link yang merujuk ke data tersebut di rentetan data yang disebut dengan Table Of Content. Saat ada data yang mau ditulis di tempat (sector) yang sama, data baru tersebut akan ditimpa langsung di tempat data (sector) yang lama. Hal ini disebut dengan Overwriting.


Dalam hard disk, kegiatan overwrite ini adalah biasa. Sayangnya, tidak untuk SSD. Kegiatan overwriting akan menimbulkan “sampah data” atau bahasa Inggrisnya adalah Garbage. Garbage ini yang menyebabkan sebuah SSD akan melambat seiring dengan waktu karena data lama masih ada sehingga membuat SSD harus memilah antara data lama dengan yang baru. Hal ini membuat SSD lamban dalam membaca data.

Di sinilah kegunaan TRIM. TRIM memastikan saat sistem operasi mau menulis di sektor yang sama, data yang lama akan terhapus total tanpa ada sampah lagi. Selain itu, fungsi TRIM juga akan membuat semua sektor yang dihapus dan diformat menjadi bersih. Hal ini akan membuat sebuah SSD menjadi kencang sama seperti yang baru.


2. Isi dari SSD

Sebuah SSD tidak berisikan mekanik rumit yang sama seperti hard disk. Jika Anda pernah melihat sebuah RAM (Random Access Memory atau memori komputer), isi dari sebuah SSD mirip dengan itu. Seperti gambar yang ada di atas, SSD hanya terdiri dari sekumpulan memori yang dipasang di sebuah board.

3. MLC dan SLC

Kedua nama ini merujuk kepada tipe memori yang dipakai SSD. SLC kepanjangan dari Single Level Cell. Sesuai dengan namanya, memori jenis ini akan menyimpan sebuah bit data di sebuah cell memori. MLC atau Multi Level Cell, menyimpan dua bit data pada sebuah cell memori. SLC memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan MLC. Kecepatan adalah yang pertama. Selain itu, SLC juga memiliki siklus hidup yang lebih lama dari MLC. Sayangnya, harga memori jenis SLC lebih mahal dari MLC, membuatnya jarang ditemukan di consumer SSD.

4. Kecepatan

SSD tidak memiliki mekanik yang harus bergerak terlebih dahulu dalam menulis dan membaca data. Selain itu, SSD tidak perlu melakukan putaran spindle seperti sebuah hard disk. Semua dilakukan secara elektris. Jadi otomatis lebih cepat dari pada hard disk biasa.

5. Lebih Aman
Ada beberapa pendapat yang berkata bahwa sebuah SSD lebih aman dibandingkan dengan hard disk. Alasan pertama adalah sebuah SSD yang tidak memiliki mekanik di dalamnya membuat media penyimpanan ini tahan banting. Saat terbanting, hard disk akan rusak dan tentu data Anda tidak bisa diakses.

Selain tahan banting, SSD juga tahan getaran. HDD yang sedang bekerja saat terkena getaran yang terus-menerus akan mengalami kerusakan mekanik. Hal ini tidak akan terjadi kepada SSD. Selain itu, Anda tidak akan menemukan bunyi berisik yang secara acak akan ditemukan di sebuah HDD.

HDD cenderung panas akibat adanya gesekan dalam mekaniknya, yaitu di putaran spindle-nya. Hard disk yang panas tentu saja dapat membuat kerusakan; itulah saatnya mengucapkan selamat tinggal kepada data-data Anda.

6. Mahal

SSD cenderung sama dengan harga mahal. Hal ini dikarenakan produksi sebuah flash memori memakan biaya yang lebih mahal. Selain itu, teknologinya juga tergolong baru. SSD merupakan sebuah produk baru yang harganya seiring dengan waktu akan turun.

Harga sebuah SSD termurah dua tahun yang lalu sama dengan harga SSD dengan kapasitas 60 GB sekarang ini. Untuk sebuah SSD dengan kapasitas 30 GB saja Anda harus merogoh kocek sekitar Rp800.000. Dengan harga yang sama, Anda tentu sudah mendapatkan sebuah hard disk dengan kapasitas sekitar 2 TB. Perbandingannya cukup jauh. Akan tetapi, Anda harus melihatnya dari sisi yang berbeda.

Setelah melihat poin-poin di atas, dapat dilihat bahwa SSD lebih aman. Bayangkan Anda adalah orang yang sering bepergian dengan menggunakan laptop. Saat bekerja di mobil, tiba-tiba ada lubang yang mengakibatkan notebook Anda jatuh. Saat itu terjadi kepada sebuah hard disk, hal tersebut bisa membuat hard disk rusak. Tidak dengan SSD. Data yang bernilai jutaan rupiah pun aman oleh kejadian seperti ini. Intinya, SSD lebih tahan banting, air, getaran, dan panas.

Tips Merawat SSD:
  1. Jangan di RAID,terutama untuk SSD yang mempunyai fitur TRIM, karena dengan RAID otomatis fitur TRIM tidak akan jalan, dan sampah di SSD tidak akan terbuang sehingga performa dan kinerja SSD akan melambat.
  2. Aliran listrik harus bagus, jangan ampe sering mati listik.
  3. Jangan menjalankan program defragment karena akan mempercepat umur SSD dengan baca dan tulis space.
  4. Jangan taruh file yang replaceable/sering berganti/diupdate tiap waktu karena akan memperpendek umur SSD.
  5. Sebisa mungkin manfaatkan SSD sebagai media read, bukan write karena yang memperpendek umur SSD adalah proses menulis dan menimpa data.

Dari berbagai sumber.
Semoga bermanfaat.

Selengkapnya...

Hardisk Desktop 3 TB dari Seagate

Oleh Nanang Suryana | Jumat, Maret 04, 2011 | , | 8 Komentar »

Seagate meluncurkan hardisk Barracuda XT dengan software Seagate DiscWizard terbaru untuk media penyimpan sebesar 3 TB.

Perlu diketahui, desain peninggalan PC BIOS dan driver perangkat OS lama seperti Windows XP, tak mampu menggunakan hardisk melebihi 2.1 TB. Hasilnya, drive desktop yang ada dengan kapasitas lebih dari 2.1 TB harus diterapkan dengan software atau hardware tambahan, dan kemungkinan juga akan membutuhkan driver perangkat extra untuk mengatasi keterbatasan tersebut.

Hardisk Barracuda XT dengan software Seagate DiscWizard terbaru menawarkan alternatif solusi. Dengan software DiscWizard, OS dan driver perangkat akan dimudahkan untuk mengakses kapasitas 3 TB secara penuh pada Windows XP.

Selengkapnya...

Kerusakan Tombol Power dan Reset PC Desktop

Oleh Nanang Suryana | Selasa, Maret 01, 2011 | , | 3 Komentar »

Tombol Power dan Reset adalah salah satu komponen utama karena mempermudah kita untuk menghidupkan dan merestart komputer. Jika terjadi kerusakan memang merupakan hal sederhana tapi mempunyai dampak yang sangat merepotkan. hal tersebut dibuktikan banyak orang ke toko/tukang service komputer karena kerusakan komponen ini.

Mungkin tidak terpikirkan oleh kita bahwa sebuah tombol dari sebuah casing komputer akan menjadi masalah besar. Dan tulisan ini sekedar sharing untuk rekan-rekan yang pernah mengalami hal ini agar tidak terlanjur keluar duit untuk memanggil teknisi.

Selengkapnya...

3D TV dengan Lensa Lenticular

Oleh Nanang Suryana | Kamis, September 09, 2010 | , | 1 Komentar »

Teknologi 3D selalu diidentikkan dengan kacamata 3D untuk menontonnya. Tapi di masa mendatang kacamata 3D sepertinya akan ditinggalkan oleh produsen 3D TV. Vestel, pembuat TV terbesar di Eropa baru-baru ini memamerkan 3D TV dengan layar 46 inci lensa lenticular, yang memungkinkan kita menontonnya tanpa menggunakan kacamata 3D.

Juru bicara dari pihak Vestel mengatakan bahwa TV 3D tersebut bakal mulai dipasarkan di Eropa mulai awal tahun 2011.


3D TV dengan lensa lenticular ini sudah tersedia, tapi hanya untuk jumlah yang sangat terbatas. Sebuah 3D TV yang berukuran 56 inci, yang sudah dikembangkan dan bekerjasama dengan Philips ini nantinya akan berharga sebesar Euro 40.000.

Menurut Maarteen Tobias, dirut dari Dimenco. 3D TV tanpa kacamata 3D ini akan diluncurkan sesegera mungkin. Karena Dimenco akan segera merilis 3D TV dengan layar monitor berukuran 52 inci dalam beberapa bulan ke depan.

Wah teknologi sepertinya semakin pesat saja. Lama-lama TV non 3D bakal seperti TV hitam putih yang sudah usang.

Selengkapnya...
Jika Anda merasa postingan blog ini bermanfaat, Anda bisa berlangganan melalui email tentang update terbaru.