Perbedaan IPv4 dan IPv6

Oleh Nanang Suryana | Selasa, Juni 08, 2010 | | 7 Komentar »

Berikut adalah perbedaan antara IPv4 dan IPv6 menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo):

Fitur
IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekadar memperlambat habisnya jumlah alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia.

IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.


Routing
IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch.

IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.

Mobilitas
IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain.

IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.

Keamanan
IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4.

IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv6.

Ukuran header
IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi.

IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.

Header checksum
IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay.

IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai

Fragmentasi
IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan.

IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.

Configuration
IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual.

IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.

Kualitas Layanan
IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.

IPv6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi.

Sumber: DetikInet
Semoga bermanfaat.

Selengkapnya...

Spesifikasi iPhone 4

Oleh Nanang Suryana | Selasa, Juni 08, 2010 | , | 9 Komentar »

iPhone 4 dilengkapi dengan dua kamera yang berada di depan dan belakang. Kamera di belakang dilengkapi dengan lampu kilat LED.

Apple menggunakan prosesor A4 untuk iPhone 4. Chip ini sama dengan yang digunakan pada iPad.

Bentuk:

  • Warna: Hitam atau Putih
  • Tinggi: 4,5 inchi
  • Lebar: 2,31 inchi
  • Tipis: 0,37 inchi
  • Berat: 137 gram

Kapastitas:
  • 16GB atau 32 GB
Display:
  • Retina Display
  • 3.5-inch (diagonal) widescreen Multi-Touch display
  • Resolusi 960 x 640 pixel, dengan 326 ppi
  • Kontras Rasio 800:1
  • Fingerprint-resistant oleophobic coating pada bagian depan dan belakang
  • Mendukung tampilan beberapa bahasa dan karakter secara simultan
Kamera, Foto, Video:
  • Rekaman Video HD (720p) up to 30 fps
  • Kamera 5MP
  • Kamera depan VGA dengan 30 fps
  • LED flash
  • Fitur Geotagging pada foto dan video
Audio:
  • Respon frekuensi: 20Hz to 20.000 Hz
  • Format Audio: AAC (8 to 320 Kbps), Protected AAC (from iTunes Store), HE-AAC, MP3 (8 to 320 Kbps), MP3 VBR, Audible (formats 2, 3, 4, Audible Enhanced Audio, AAX, and AAX+), Apple Lossless, AIFF, dan WAV
TV dan Video:
  • Format Video: H.264 video up to 720p, 30 frames per second, Main Profile level 3.1 with AAC-LC audio up to 160 Kbps, 48kHz, stereo audio in .m4v, .mp4, and .mov file formats; MPEG-4 video, up to 2.5 Mbps, 640 by 480 pixels, 30 frames per second, Simple Profile with AAC-LC audio up to 160 Kbps per channel, 48kHz, stereo audio in .m4v, .mp4, and .mov file formats; Motion JPEG (M-JPEG) up to 35 Mbps, 1280 by 720 pixels, 30 frames per second, audio in ulaw, PCM stereo audio in .avi file format
  • Mendukung resolusi 1024x768 pixel, dengan dock connector to VGA sebesar 576p dan 480p.

Selular dan Wireless:
  • UMTS/HSDPA/HSUPA (850, 900, 1900, 2100 MHz)
  • GSM/EDGE (850, 900, 1800, 1900 MHz)
  • 802.11b/g/n Wi-Fi (802.11n 2.4GHz)
  • Bluetooth 2.1 + EDR wireless technology
Fitur Lokasi:
  • A-GPS
  • Kompas digital
  • Wi-Fi
Baterai dan Daya:
  • Baterai lithium-ion yang dapat di charge
  • Power USB via PC/Mac
  • Talk time up to 7 jam (3G), up to 14 jam (2G)
  • Waktu Standby: 300 jam
  • Penggunaan internet up to 6 jam (3G), up to 10 jam (WiFi)
  • Rekaman Video: up to 10 jam
  • Rekaman Audio: up to 40 jam

Sumber: Apple.Com
Semoga bermanfaat.

Selengkapnya...
Jika Anda merasa postingan blog ini bermanfaat, Anda bisa berlangganan melalui email tentang update terbaru.